Kalimantan Utara, Daerah Segitiga…

Posted on March 23, 2011

0


Kompas, Rabu,23 Maret 2011
Rencana pemekaran Provinsi Kalimantan Utara dari Kalimantan Timur hingga kini belum terwujud. Daerah itu adalah wilayah strategis segitiga Indonesia-Malaysia-Filipina.

Kalimantan Utara memiliki potensi besar dari komoditas unggulan yang tak dikenal di Jawa. Sebagai contoh, beras yang dikonsumsi keluarga Sultan Brunei berasal dari dataran tinggi Krayan di pedalaman Kalimantan bagian utara. Hingga kini, produk organik petani Dayak itu dijual dengan merek buatan Bakalan, Sarawak, Malaysia.

Kawasan perairan Kalimantan Utara juga memiliki wilayah Ambalat, yang diperkirakan kaya sumber daya minyak dan gas. Di wilayah ini pun ada potensi perikanan dan pariwisata yang belum dimanfaatkan.

Ketua Tim Pemekaran Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) Jusuf Serang Kasim mengatakan, daerah itu relatif tak tersentuh pembangunan dan layanan masyarakat. ”Kegiatan perdagangan manusia, penyelundupan, dan gangguan bagi kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) kerap terjadi di wilayah ini,” kata dia lagi.

Hingga kini, potensi kawasan itu justru diserap ke Malaysia. Walhasil, negeri jiran yang mengembangkan wisata bahari di Pulau Sipadan dan Ligitan pun memenangi sengketa wilayah di daerah perbatasan itu, beberapa tahun lalu, melawan Indonesia.

Namun, upaya pemekaran itu belum membuahkan hasil meski ketentuan pemerintah dan dukungan DPR sudah diperoleh.

”Entah mengapa sekarang belum ada tindak lanjut lagi. Kami berharap sukses pembangunan Tarakan dapat dikembangkan di kabupaten lain di Kalimantan Utara agar menstimulasi pergerakan penduduk dari daerah padat sekaligus memperkuat wilayah perbatasan dengan kedaulatan ekonomi,” ujar Jusuf.

Calon Provinsi Kaltara menghimpun Kota Tarakan, Kabupaten Nunukan, Kabupaten Tanah Tidung, dan Kabupaten Bulungan. Daerah itu memiliki perbatasan sepanjang 2.004 kilometer yang selama ini tidak terpantau Pemerintah Provinsi Kaltim.

”Pembentukan Kaltara mendekatkan layanan ke masyarakat dan membangun infrastruktur untuk mendorong kedaulatan ekonomi,” kata Jusuf.

Perbatasan darat Kaltara sangat potensial untuk pengembangan perkebunan, dan perbatasan laut dapat menjadi tempat beroperasi armada kapal ikan, sekaligus menjaga kedaulatan di kawasan Ambalat, sebagaimana Malaysia membangun ekowisata di Sipadan dan Ligitan untuk membuktikan pertuanan atas wilayah itu.

Wilayah terluar perairan Kaltara mencakup Pulau Sebatik, Mercusuar Karang Unarang di Ambalat, Pulau Maratua, Pulau Sambit, dan Pulau Lingian.

Mantapkan persiapan

Di Samarinda, Sulaiman Gafur, Staf Ahli Gubernur Kaltim untuk Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Selasa (22/3), menjelaskan, moratorium atau penangguhan pemekaran daerah oleh pemerintah, oleh daerah di Kaltim yang akan membentuk Provinsi Kaltara, akan dijadikan untuk memantapkan lagi persiapan. Pemprov Kaltim tetap merasa pemekaran perlu dilakukan agar pemerataan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi merata.

”Pemekaran bukan tentang penghematan anggaran provinsi semata, tetapi memberi kesempatan daerah untuk berkembang, tumbuh, dan menjadi pusat ekonomi baru,” paparnya.

Wacana pembentukan Provinsi Kaltara mencuat sejak tahun 2005. Kaltim siap jika pemekaran dimulai tahun 2010. Namun, dengan ada moratorium, pemekaran itu tertunda. Walau demikian, kata Sulaiman, pemekaran di Kaltim menjadi prioritas pemerintah. (ONG/PRA)