Akbar Tandjung: Aburizal Belum Final

Posted on April 23, 2012

0


Semarang, Kompas – Kendati dalam Rapat Pimpinan Nasional Partai Golkar lalu merekomendasikan Aburizal Bakrie sebagai calon presiden, mantan Ketua Umum Partai Golkar Akbar Tandjung menegaskan, penetapan Aburizal ini bukanlah keputusan final. Penetapan itu masih harus melalui proses.

”Kalau kita melihat penetapan Aburizal belum final karena baru akan disampaikan pada rapimnas mendatang. Waktu itu bisa saja ada pikiran-pikiran untuk melibatkan seluruh stakeholder,” ujar Akbar menjawab pertanyaan wartawan di Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (21/4), soal pencalonan Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie.

Menurut Akbar, penetapan capres pada waktunya akan dibahas di rapimnas. Rapimnas ini akan membicarakan segala sesuatu yang berkaitan dengan masalah organisasi Partai Golkar, termasuk soal penetapan capres.

Ia menilai model konvensi yang dilakukan Partai Golkar pada Pemilu Presiden 2004 telah mengangkat citra Partai Golkar karena sejalan dengan reformasi Partai Golkar. Pada 2009 diakui tidak ada konvensi karena tiba-tiba Jusuf Kalla menyatakan maju menjadi capres. Apakah sekarang akan dibicarakan konvensi atau tidak menggunakan konvensi, bagi Akbar, tidak ada masalah. Yang penting prinsip-prinsip yang dianut Partai Golkar di era reformasi harus tergambar dalam proses perekrutan capres.

Namun, upaya Aburizal untuk segera diteguhkan sebagai calon tunggal presiden dari Partai Golkar diduga bagian dari usahanya menyolidkan dan memaksimalkan mesin politik partai tersebut. Hanya saja, Partai Golkar adalah organisasi besar hingga sulit untuk secara bulat sampai di satu titik kesimpulan hingga akhir.

Hal itu disampaikan M Qodari dari Indo Barometer dan Andrinof Chaniago yang pengajar kebijakan publik dari Universitas Indonesia, Sabtu, di Jakarta. Aburizal, menurut Qodari, memang terlihat berusaha menjadi capres di Pemilu 2014.

”Dengan telah ditetapkan sebagai capres, Aburizal akan lebih mudah bertindak sebagai penentu di partainya saat-saat krusial. Ini yang agaknya diharapkan oleh Aburizal,” papar Andrinof.

Wakil Sekretaris Jenderal Partai Golkar Nurul Arifin menuturkan, peneguhan Aburizal sebagai capres dari Golkar sebagai jawaban dari permintaan mayoritas pengurus di daerah. Langkah ini juga untuk meningkatkan elektabilitas partai dan Aburizal.

Arus besar di Partai Golkar saat ini, menurut Qodari, memang mendukung pencalonan Aburizal. Namun, lanjut Qodari, kader Golkar biasanya memiliki kalkulasi sendiri pada saat-saat akhir. Fenomena itu terlihat, misalnya, dalam Pemilu Presiden 2004 dan 2009, saat dukungan kader Golkar secara faktual tidak bulat di satu orang. (SON/NWO)

Posted in: Pencalonan Ical