PERLOMBAAN SENJATA Saat Negara di Asia Saling “Unjuk Gigi”

Posted on April 26, 2012

0


Kawasan Asia dalam beberapa waktu belakangan ini memang seolah tak pernah sepi dari berbagai bentuk kehebohan, terutama seputar uji coba roket atau peluru kendali balistik berdaya jangkau beragam, bahkan sampai yang mampu menjangkau antarbenua.

Layaknya sebuah perlombaan, uji coba diawali Korea Utara, yang meluncurkan roket jarak jauhnya, Unha-3 (Galaksi-3), Jumat (13/4), walau dengan diiringi berbagai macam kecaman banyak negara di dunia.

Roket jarak jauh Korut tadi disebut-sebut punya radius jangkauan lebih dari 6.000 kilometer, atau lebih jauh dari rudal pendahulunya jenis Taepodong-2, yang bahkan diyakini mampu menjangkau wilayah Amerika Serikat.

Uji coba belakangan dinyatakan gagal ketika roket yang diyakini bisa mengangkut hulu ledak nuklir tadi jatuh dan hancur berkeping-keping ke Laut Kuning tak lama diluncurkan.

Sekitar sepekan berselang, Negeri Hindustan, India, menyusul dengan uji coba rudal jarak jauhnya, Agni V. India membanggakan rudalnya itu sanggup mengangkut hulu ledak nuklir dan mampu menjangkau sasaran sampai ke Beijing dan Shanghai, China.

Seolah menunggu giliran, negeri tetangganya, Pakistan, yang juga dikenal sebagai salah satu negara dengan kemampuan nuklir, tak mau kalah menggelar uji coba serupa.

Pada Rabu (25/4), atau berselang beberapa hari setelah India, Pakistan mengujicobakan rudal Hatf IV Shaheen-1A.

Peluru kendali itu merupakan versi terbaru sekaligus upgrade dari teknologi rudal sebelumnya, Shaheen-1.

Walau radius daya jangkaunya baru mencapai 750 kilometer, kedua varian rudal Pakistan itu diklaim bisa juga dipasangi hulu ledak nuklir.

Dalam pernyataan resminya, Pemerintah Pakistan, lewat petinggi militernya Letjen Khalid Ahmed Kidwai, memastikan kehadiran rudal baru itu semakin meningkatkan kemampuan negerinya dalam menghadapi ancaman musuh.

Memang tidak bisa dimungkiri kemampuan daya tangkal dan efek penggentar itulah yang sekarang coba dicapai dan sekaligus ditunjukkan oleh masing-masing negara tadi, terutama terkait upaya mereka menghadapi potensi ancaman dari setiap negara seteru.

Menurut analis pertahanan India, Rahul Bedi, dengan menyebut rudal Agni V mampu menyasar target di China, hal itu juga menjadi isyarat agar China berhati-hati dan mulai memperhitungkan kekuatan India di kawasan.

Terkait kemampuan Agni V, India memang sama sekali tidak menyinggung kalau rudal itu juga bisa menjangkau sasaran di wilayah negara lain seperti Rusia.

Dari sana Bedi meyakini India memang ingin coba mulai menantang dominasi kawasan China di Asia.

Sementara itu, terkait peluncuran yang sama oleh Pakistan, yang berlangsung dalam selisih waktu singkat, dipastikan juga menjadi cara Pakistan menunjukkan kemampuannya agar tidak dipandang sebelah mata oleh India.

Kedua negara memang punya sejarah saling memerangi pasca-diberi kemerdekaan oleh Inggris tahun 1947. Tiga kali mereka berperang dan hubungan antarkeduanya hingga sekarang kerap menghangat atau bahkan menegang.

”Jadi, uji coba rudal antarkedua negara yang digelar seolah saling susul menyusul seperti itu memang sudah biasa. Mereka masih saling menganggap sebagai musuh. Uji coba sistem persenjataan adalah salah satu cara memamerkan kekuatan masing-masing,” ujar analis pertahanan Pakistan, Talat Masood.(BBC/AP/DWA)