Bank Indonesia, Pelaksana Regulasi Prudensial dan Sistemik Terbaik di Asia

Posted on April 27, 2012

0


Bangkok, Kompas – Jumat,27 April 2012

The Asian Banker Summit 2012 memberikan penghargaan kepada Bank Indonesia sebagai pelaksana regulasi prudensial dan sistemik terbaik tahun 2012 di Asia (the best systemic and prudential regulator of the year 2012 in Asia).

Wartawan Kompas Pieter P Gero dari Bangkok, Thailand, melaporkan, pemberian penghargaan tersebut berlangsung dalam jamuan malam bagi peserta The Asian Banker Summit 2012 di Bangkok, Rabu (25/4) malam.

Penghargaan diserahkan oleh Ketua The Asian Banker Summit David Seldon dan diterima Deputi Gubernur Bank Indonesia Muliaman D Hadad.

The Asian Banker Summit menilai, Bank Indonesia mencatat pencapaian yang luar biasa dalam merespons tantangan pasar yang dihadapi pelaksana peraturan. Apa yang dilakukan BI ini sesuai dengan sebuah standar internasional.

Muliaman menegaskan, pemberian penghargaan tersebut menunjukkan bahwa apa yang dilakukan BI dalam kebijakan mikro perbankan bisa meredam dampak dari kemungkinan ada krisis.

Bahkan, kebijakan yang hati-hati dan sistemik yang dilakukan BI membuat sistem perbankan relatif baik dan kuat menghadapi kemungkinan krisis keuangan dan krisis lainnya.

Pada acara tersebut, Asian Banker Summit 2012 juga memberikan sejumlah penghargaan kepada perbankan, perusahaan, dan perorangan yang sukses membawa perubahan dan pengembangan dalam bisnis perbankan yang sehat di sejumlah negara Asia.

Sementara Muliaman dalam diskusi bertema ”Transfer Isu Nasional dalam Industri Jasa Finansial” di Bangkok, Kamis, menegaskan, kondisi struktur perbankan di Asia, khususnya di Indonesia, relatif sudah baik mengikuti ketentuan yang ditetapkan dalam Basel II.

Basel II bertujuan meningkatkan keamanan dan kesehatan sistem keuangan dengan menitikberatkan pada perhitungan permodalan yang berbasis risiko, supervisory review process (proses pemeriksaan oleh pengawas), dan market discipline (disiplin pasar).

”Semuanya berjalan baik karena pengalaman krisis sebelumnya,” ujar Muliaman D Hadad.

Adapun dalam Basel III, menurut Muliaman, sebenarnya kembali hal mendasar bagaimana membangun sebuah perbankan, seperti modal yang disetor yang harus riil dan terus dijaga, terutama saat ekonomi sedang membaik.

Basel III merupakan penyempurnaan dari Basel II. Aturan ini dikeluarkan oleh Bank of International Settlements (BIS) yang bermarkas pusat di Basel, Swiss. Basel III bertujuan memperkuat pengawasan dan manajemen risiko perbankan sekaligus menjadi penahan dari guncangan di sektor keuangan dan ekonomi.

Advertisements
Posted in: EKONOMI