Tak Lelah Meminta Restu Jakarta

Posted on April 30, 2012

0


Koran Tempo, 30 April 2012

Pembina Dewan Adat Dayak Provinsi Kalimantan Timur, Yurnalis Ngayoh, begitu bersemangat saat bertandang ke Palangkaraya, Kalimantan Tengah, akhir Januari lalu. Ia mendampingi rombongan deklarator pembentukan Provinsi Kalimantan Utara menemui Presiden Majelis Adat Dayak Nasional.Presiden Majelis tersebut tak lain adalah Gubernur Kalimantan Tengah Agustin Teras Narang. Mereka melaporkan pembentukan provinsi baru di bumi Borneo, yang berbatasan dengan Sabah, Malaysia.

Kepada Agusrin,Yurnalis mengatakan rancangan undang-undang hak inisiatif DPR mengenai pembentukan daerah otonomi baru sudah ditetapkan. Kalimantan Utara dipastikan masuk daftar untuk dibahas di Senayan.

Bekas Gubernur Kalimantan Timur itu menjelaskan, segala persyaratan sudah dipenuhi, seperti telah bergabungnya lima kabupaten, yaitu Tarakan, Bulungan, Malinau, Nunukan, dan Tana Tindung. Jika kelak terwujud, Ibu Kota Provinsi Kalimantan Utara berada di Tanjung Selor, Bulungan.

Sudah 13 tahun perjalanan rencana pembentukan provinsi tersebut, dengan melintasi tiga Gubernur Kalimantan Timur, mulai Suwarna Abdul Fatah,Yurnalis Ngayoh, dan sekarang Awang Faroek Ishak. Mereka tak kenal lelah meminta restu Jakarta.

Ketua Tim Masyarakat Kalimantan Utara Bersatu M.Yusuf menyatakan perlu adanya Provinsi Kalimantan Utara, karena permasalahan di perbatasan hampir tak tersentuh. Wilayah Kalimantan Timur sangat luas, yang mencapai 211 ribu kilometer persegi atau sekitar 1,7 kali luas Pulau Jawa. Jumlah penduduknya hanya 3,8 juta jiwa.“Sejak Indonesia merdeka, infrastruktur tidak ada

yang menyentuh perbatasan,“kata Yusuf.Pembangunan terbengkalai karena terlalu jauh rentang kendali dari pemerintahan di Samarinda.
Lepasnya Pulau Sipadan dan Ligitan di Kabupaten Nunukan diklaim sebagai bukti pengabaian aset negara itu.

Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi menilai pemekaran Kalimantan Utara masuk akal. Menurut dia, ide pemekaran provinsi ini sudah lama ada. Pertimbangannya, Kalimantan Utara berada di perbatasan langsung dengan Malaysia.
“Alasan strategis politis dan keamanan masuk akal,“ujarnya.

Kalimantan Utara berada di sepanjang kawasan perbatasan Provinsi Kalimantan Timur dengan Malaysia. Kondisi pembangunan di kawasan itu dinilai jauh tertinggal dibanding kawasan selatan yang menjadi gerbang Kalimantan.

IRA SUFA | ANANDA | FIRMAN HIDAYAT | KARANA WW | AGUSSUP