Kinerja Emiten Logam Mineral Anjlok, Koran Tempo 02 Mei 2012

Posted on May 2, 2012

0


Harga komoditas turun.

Kinerja emiten di sektor logam mineral selama kuartal I tahun ini tidak menunjukkan perbaikan. PT Vale Indonesia Tbk dan PT Timah (Persero) Tbk merupakan dua emiten yang mengalami penurunan kinerja yang cukup signifikan hingga 31 Maret 2012.

PT Vale Indonesia mencatat laba bersih sebesar US$ 3,8 juta selama kuartal I 2012, anjlok 96,6 persen atau sekitar 29 kali lipat dari perolehan pada periode sama tahun sebelumnya US$ 111,9 juta. Menurut Direktur Keuangan Vale, Fabio Bechara, penurunan drastis itu karena harga nikel turun cukup signifikan selama tiga bulan pertama 2012.

“Harga realisasi rata-rata menurun 24 persen, dari US$ 20.246 per metrik ton di kuartal 2011 menjadi US$ 15.470 per metrik ton selama kuartal 2012,”kata Fabio di Jakarta kemarin.

Sebenarnya, pada Januari lalu, harga nikel sempat mengalami kenaikan. Namun kemudian harga itu terus menurun sampai akhir triwulan.

Harga rata-rata nikel pun mencapai US$ 15.470 per metrik ton. Dibanding kuartal IV tahun lalu, harga re

alisasi ini masih sedikit lebih tinggi.

Harga yang kurang menguntungkan, ditambah penjualan rendah mengakibatkan penjualan perseroan turun 39 persen menjadi US$ 197 juta pada 31 Maret 2012.

Pada periode sama tahun lalu, perseroan membukukan pendapatan US$ 322,4 juta. Harga pokok penjualan perseroan malah meningkat 10 persen dari US$ 154,8 juta men

jadi US$ 170,9 juta. Kondisi yang sama dialami PT Timah (Persero) Tbk. Laba bersih emiten berkode efek TINS itu mencapai Rp 207,7 miliar, 41 persen lebih rendah dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 354,7 miliar. Hal ini menyebabkan turunnya laba bersih per saham dari Rp 71 per saham menjadi Rp 41 per saham pada triwulan pertama tahun ini. Ahmad Sudjatmiko, analis PT Pemeringkat Efek Indonesia, mengatakan harga komoditas pada awal tahun ini memang tengah mengalami penurunan. Harga tersebut akhirnya berdampak terhadap kinerja perusahaan yang bergerak di sektor logam mineral itu. Namun dia percaya kinerja emiten bakal terkerek lagi setelah adanya kenaikan harga di setiap komoditas. SUTJI DECILYA

Posted in: PERTAMBANGAN