Daya Saing Industri Mineral Rendah

Posted on June 1, 2012

0


Evy Rachmawati | Thomas Pudjo Widijanto | Kamis, 31 Mei 2012 | 13:00 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com – Daya saing industri berbasis mineral logam masih rendah. Hal ini diakibatkan ketersediaan bahan baku dan energi untuk industri pengolahan di dalam negeri.

” Ini karena sebagian besar masih diekspor dalam bentuk mineral mentah,” kata Menteri Perindustrian MS Hidayat, dalam seminar Indonesia Mining Updates 2012, Kamis (31/5), di Jakarta.

” Masih terdapat kesenjangan struktur industri berbasis mineral logam, di mana industri hilir sudah tumbuh sementara industri hulu sebagai pemasok bahan baku belum ada,” kata Hidayat menambahkan.

Terkait hal itu, perlu dikembangkan logam prioritas untuk pengamanan bahan baku, jaminan ketersediaan energi, dan jaminan kepastian hukum.

Menurut Hidayat, pengembangan empat jenis industri berbasis mineral logam harus menjadi prioritas yaitu industri besi baja, aluminium, nikel dan tembaga.

Alasannya, empat jenis industri itu merupakan logam utama yang digunakan dalam mendukung industrialisasi yang penggunaannya sangat luas.

Pemakaiannya antara lain dermaga, kapal laut, landasan bandara udara, jembatan antar pulau, rel kereta api, pipa bawah laut, jalan tol, jaringan listrik, dan telekomunikasi.

Posted in: PERTAMBANGAN