Diperketat, Tata Niaga Batubara

Posted on June 1, 2012

0


PERTAMBANGAN

 Jakarta, Kompas – Pemerintah berencana memperketat tata niaga batubara di Tanah Air. Hal ini dilakukan untuk mengontrol produksi komoditas pertambangan itu yang dalam beberapa tahun terakhir ini kian tidak terkendali.

”Indonesia termasuk negara yang boros dalam konsumsi energi, termasuk batubara,” kata Direktur Pembinaan Pengusahaan Batubara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Edi Prasodjo, dalam seminar bertema ”Perkembangan Terkini Pertambangan Indonesia”, Kamis (31/5), di Jakarta.

Dalam 12 tahun terakhir, peningkatan produksi batubara lebih dari 450 persen. Pada tahun 1998 realisasi produksi batubara baru 60 juta ton. Tahun ini, berdasarkan rencana produksi batubara dari perusahaan-perusahaan pertambangan batubara, realisasi produksi batubara diperkirakan 469 juta ton. ”Padahal, belum semua pemegang izin usaha pertambangan (IUP) menyerahkan rencana produksi. Kami perkirakan akhir tahun ini menembus 500 juta ton,” katanya.

Tahun depan produksi batubara diprediksi lebih drastis lagi peningkatannya lantaran jumlah pemegang IUP produksi batubara sangat banyak dan semangat produksi amat besar. Jika tidak dikendalikan, peningkatan produksi batubara sejak tahun 1998 hingga sekarang bisa mencapai 800 persen. ”Kalau melihat persentasenya, dulu kewajiban pasok domestik bisa terpenuhi 30 persen dari total produksi batubara nasional. Sekarang terus berkurang, tahun lalu hanya 20 persen,” ujarnya.

Edi Prasodjo menambahkan, pemerintah berencana mengendalikan produksi batubara dengan memperketat tata niaga ekspor batubara. Jika saat ini batubara termasuk komoditas tambang dengan kategori bebas ekspor, nantinya batubara akan ditetapkan sebagai komoditas tambang dengan kategori diawasi agar lebih mudah dikontrol produksinya oleh pemerintah. ”Ini belum tuntas, masih dibahas. Mungkin akan ditingkatkan menjadi komoditas yang diawasi,” katanya. (EVY)

Advertisements