ANTISIPASI KRISIS – ASEAN Bidik Amerika Latin

Posted on July 6, 2012

0


Kompas, 6 Juli 2012

Jakarta, Kompas – Menyikapi pelambatan ekonomi dunia, negara-negara ASEAN sepakat untuk membidik kawasan Amerika Latin. Keduanya akan menggelar pertemuan bisnis pada 9-10 Juli 2012. Perdagangan kedua kawasan ditargetkan naik hingga 20 persen.

Menteri Perdagangan Gita Wirjawan, di Jakarta, Kamis (5/7), mengatakan, perdagangan Amerika Latin tercatat 8,4 triliun dollar AS, sementara ASEAN 2,2 triliun dollar AS. ”Jika digabungkan, potensi perdagangan kedua kawasan akan sangat besar. Kerja sama ini sangat strategis sehingga tidak hanya dilakukan temporer,” ujarnya.

Dia mengatakan, selama ini jarak menjadi kendala utama perdagangan kedua kawasan. Karena itu, konektivitas keduanya menjadi kebutuhan penting. Kedua kawasan menawarkan potensi ekonomi yang cukup berarti untuk digali lebih jauh. Jumlah penduduk di kedua kawasan hampir sama, sekitar 580 juta jiwa. Kedua kawasan juga tergolong sebagai kawasan yang sedang tumbuh, dengan karakter masing-masing yang dapat saling melengkapi.

Pada tahun 2010, negara-negara ASEAN mengekspor berbagai produk ke Amerika Latin dan Karibia senilai 27,5 miliar dollar AS serta mengimpor beragam produk dari Amerika Latin dan Karibia senilai 21,04 miliar dollar AS.

Untuk Indonesia, ekspor ke kawasan Amerika Latin dan Karibia pada tahun 2011 mencapai 3,92 miliar dollar AS dan mengimpor senilai 4,63 miliar dollar AS, yang didominasi produk pakan ternak dan sisa industri makanan, gula dan produknya, cereal, serta besi dan baja.

Menurut Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia Sofjan Wanandi, acara tersebut akan dihadiri sekitar 175 perusahaan dari Amerika Latin dan 150 perusahaan dari ASEAN. Rencananya, acara akan dibuka langsung oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Sejumlah pembicara terkemuka yang hadir antara lain Menteri Perdagangan Internasional dan Pariwisata Peru Jose Luis Silva Martinot, Wakil Presiden Eksekutif Komite Investasi Asing Cile Matías Mori, Menteri Perdagangan dan Industri Singapura Lim Hng Kiang, serta sejumlah pejabat dan pengusaha dari Indonesia. (ENY)