BANK SENTRAL Ramai-ramai Turunkan Tingkat Suku Bunga

Posted on July 6, 2012

0


 Kompas, 6 Juli 2012

FRANKFURT, Kamis – Seperti yang diharapkan, bank sentral di Eropa, Inggris, dan China turun tangan membantu perekonomian agar dapat bertumbuh kembali. Selain kompak menurunkan tingkat suku bunga, bank sentral juga melanjutkan program pembelian obligasi.

Bank Sentral Eropa (ECB) akhirnya menurunkan tingkat suku bunganya sebesar 0,25 persen menjadi 0,75 persen, Kamis (5/7). Tingkat suku bunga ini adalah yang terendah dalam sejarah ECB. Langkah ini disepakati pemimpin di Eropa untuk mengatasi krisis utang.

Pasar saham Eropa menguat menanggapi berita positif ini. ”Prospek perekonomian di zona euro terus melemah. Dalam waktu singkat, kami berharap zona euro akan membaik bertahap,” kata Gubernur ECB Mario Draghi. Dia tidak menegaskan langkah apa lagi selain pemangkasan tingkat suku bunga yang akan dilakukan, termasuk peminjaman dengan bunga rendah atau membeli obligasi.

”Hasil ini mungkin menjadi keputusan yang paling mungkin dilakukan ECB pada tahapan seperti sekarang. Pertanyaan besarnya, apakah ini keputusan yang diambil dengan suara bulat atau ada anggota lain yang berpendapat lebih baik tidak ada perubahan,” ujar ekonom dari Nomura, Jens Sondergaard.

Selain memangkas tingkat suku bunga utama, ECB juga menurunkan suku bunga deposito menjadi nol persen dari 0,25 persen. Langkah ini akan menggerakkan bank untuk meminjam satu sama lain ketimbang memarkir dananya di ECB.

Saat ini ECB menampung dana deposito perbankan sebanyak 800 miliar euro karena bank enggan meminjamkan dananya kepada bank lain.

Pemangkasan tingkat suku bunga memang bukan obat paling mujarab untuk zona euro. Namun, penurunan tingkat suku bunga ini akan menurunkan juga tingkat suku bunga pinjaman di negara lain.

Sementara itu, bank sentral Inggris mengumumkan meneruskan program stimulus tahap ketiga. Bank of England (BOE) akan membeli 50 miliar pound aset dengan mencetak uang baru untuk membantu perekonomian Inggris keluar dari resesi.

BOE telah membeli 325 miliar pound obligasi pemerintah. Dengan pembelian yang baru diumumkan, program pembelian bertambah menjadi 375 miliar pound. Program ini akan dilaksanakan dalam empat bulan.

Adapun bank sentral China mengumumkan memangkas tingkat suku bunga untuk kedua kali dalam satu bulan. Suku bunga pinjaman turun menjadi 6 persen dari 6,31 persen dan bunga deposito turun menjadi 3 persen dari 3,25 persen.

Kekhawatiran penurunan pertumbuhan ekonomi membuat harapan kepada bank sentral semakin besar. Bank sentral diharapkan melonggarkan kebijakan moneter agar ekonomi bisa bertumbuh. Salah satunya adalah dengan cara menurunkan giro wajib minimum perbankan.

Dengan mengurangi penyisihan yang harus disimpan di bank sentral, perbankan memiliki lebih banyak dana untuk disalurkan dalam bentuk kredit. Kredit ini dapat dimanfaatkan pengusaha untuk mengembangkan usaha atau untuk dibelanjakan konsumen. (Reuters/AFP/joe)