BP Migas Menyetujui 12 Rencana Pengembangan

Posted on August 14, 2012

0


Kompas, Selasa, 14 Agustus 2012
 

Jakarta, Kompas – Sebanyak 12 rencana pengembangan lapangan minyak dan gas bumi telah mendapat persetujuan dari Badan Pelaksana Kegiatan Hulu Migas. Total nilai investasi sejumlah proyek itu diperkirakan mencapai 830 juta dollar AS atau sekitar Rp 7,5 triliun.

Rencananya, 12 proyek pengembangan lapangan migas itu mulai berproduksi dalam periode dari tahun 2012 sampai dengan tahun 2014. Adapun puncak produksi untuk minyak dan kondensat sebesar 14.000 barrel per hari (BOPD) serta produksi gas sebesar 150 juta kaki kubik per hari (MMSCFD).

Deputi Perencanaan BP Migas Widhyawan Prawiraatmadja, Senin (13/8), di Jakarta, mengemukakan, dari awal tahun 2012 hingga 10 Agustus 2012, pihak BP Migas telah menyetujui 12 rencana pengembangan.

”Kami berharap semua pihak bisa mendukung proyek-proyek tersebut sehingga bisa segera memberi kontribusi bagi produksi migas nasional,” kata dia menegaskan.

Sejauh ini, BP Migas telah menerima 39 usulan rencana pengembangan (plan of development/POD). Dari usulan yang masuk itu, 12 usulan sudah disetujui, 5 usulan dikembalikan, dan 22 usulan dalam proses.

”Kami memprioritaskan untuk segera membuat keputusan untuk usulan-usulan yang sedang dalam proses ini,” ujar Widhyawan.

Kepala Dinas Hubungan Kemasyarakatan dan Kelembagaan BP Migas Rinto Pudyantoro menyatakan, salah satu POD yang disetujui BP Migas adalah revisi rencana pengembangan pertama adalah Lapangan Kepodang dengan operator Petronas Carigali Muriah Ltd.

Lapangan Kepodang

Lapangan Kepodang merupakan bagian dari Blok Muriah. Lapangan gas ini diperkirakan mulai berproduksi pada kuartal kedua tahun 2015, dengan estimasi laju produksi puncak mencapai 116 MMSCFD.

Pengembangan lapangan ini diperkirakan membutuhkan investasi 545 juta dollar AS, terdiri dari dana sebesar 159,7 juta dollar AS untuk kegiatan pengeboran dan sekitar 385,3 juta dollar AS untuk fasilitas dan kegiatan konstruksi.

Selain itu, BP Migas juga telah menyetujui rencana pengembangan Lapangan Sapi fase dua dengan operator Chevron Indonesia Company. Lapangan Sapi itu merupakan bagian dari pengembangan Blok East Kalimantan.

Pengembangan tahap kedua dari Lapangan Sapi ini diharapkan bisa segera berproduksi pada tahun 2012 dengan estimasi laju produksi puncak mencapai 266 barrel per hari untuk minyak dan kondensat, 7,29 MMSCFD untuk gas, serta 153 MMSCFD untuk elpiji. Proyek ini butuh dana investasi sekitar 157,54 juta dollar AS. (EVY)

Advertisements
Posted in: Energi