Putusan MK Menuai Amarah

Posted on August 14, 2012

0


Kompas,Selasa,14 Agustus 2012

Massa Membakar Kantor KPU Dogiyai, Papua

Jayapura, Kompas – Massa pendukung salah satu pasangan calon bupati Dogiyai, Senin (13/8), membakar kantor Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Dogiyai, Papua. Aksi ini dipicu putusan Mahkamah Konstitusi yang memenangkan lawan politik calon bupati yang mereka dukung.

Menurut saksi mata yang dihubungi di Mowanemani, ibu kota Kabupaten Dogiyai, sekitar pukul 13.00, ratusan orang mendatangi kantor KPU. Mereka memprotes putusan MK yang memenangkan pasangan Thomas Tigi-Herman Auwe.

Massa tersebut meminta agar MK menjelaskan hasil putusan itu. Alasannya, dalam penetapan hasil rekapitulasi suara akhir, pasangan Natalis Degei-Esau Magay ditetapkan KPU Dogiyai sebagai pemenang. Di depan kantor KPU, massa berkumpul menyampaikan aspirasi.

Namun, karena tidak ada yang menanggapi aspirasi tersebut— anggota KPU masih berada di Jakarta untuk mengikuti sidang di MK—massa marah. Akhirnya, mereka membakar kantor KPU. ”Bangunan habis terbakar, termasuk perabotan di dalamnya,” kata Alfred Dumupa, seorang warga Dogiyai. Namun, menjelang sore, situasi sudah terkendali.

Secara terpisah, Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Papua Komisaris Besar Johannes Nugroho Wicaksono mengatakan, massa juga merusak kantor Bupati Dogiyai. ”Diduga aksi itu dilakukan oleh simpatisan salah satu kandidat,” ujarnya.

Ketua KPU Dogiyai Osea Petege, yang hadir dalam sidang sengketa pilkada itu, mengatakan, hakim MK memutuskan pasangan Thomas Tigi-Herman Auwe meraih suara terbanyak (28.155 suara). Pasangan itu mengalahkan pasangan Natalis Degei-Esau Magay (26.463 suara) dan pasangan Anthon Iyowau-Clara Apapa Gobay (21.952 suara).

Menurut Osea, dalam pemilihan yang digelar pada 9 Januari dan pemungutan suara ulang untuk Distrik Piyaiye pada 2 April, pasangan Natalis Degei-Esau Magay meraih suara terbanyak. Meski dalam pemilihan ulang di Piyaiye pasangan Thomas Tigi-Herman Auwe meraup 4.197 suara (dari 7.389 suara yang diperebutkan), setelah dijumlahkan dengan hasil dari distrik-distrik, Natalis Degei-Esau Magay lebih unggul.

”Pasangan Natalis Degei-Esau Magay mendapat suara lebih dari 29.000. Thomas dan pasangannya mendapat sekitar 24.000 serta pasangan Anthon-Clara meraih suara terkecil, sekitar 22.000,” kata Osea.

Berdasarkan hasil itu, KPU menetapkan pasangan Natalis Degei-Esau Magay sebagai pemenang pilkada di Dogiyai. Namun, pasangan Thomas Tigi-Herman Auwe yang didukung Partai Demokrat mengajukan gugatan ke MK.

Menurut Osea, putusan MK yang kemudian memenangkan pasangan Thomas Tigi-Herman Auwe membuat posisi KPU Dogiyai menjadi sulit. Pihaknya segera berkonsultasi dengan KPU pusat. (JOS)

 

 

 

Posted in: Politik