Fundraising bagi Media Komunitas

Posted on September 24, 2012

0


http://fundraisingmedia.info/blog/2012/09/12/fundraising-bagi-media-komunitas/
 
12th September 2012 by habidin979 under Tips & Ide

Kata atau istilah Fundraising mungkin masih terdengar asing di telinga sebagian orang di Indonesia. Namun, jika kita menyebutkan kata ”menggalang sumbangan”, ”menggalang dukungan” atau ”menggalang dana sosial” atau ”menggalang sumber daya”, bisa dipastikan semua orang mengenal dan familiar dengan aktivitas tersebut. Ya, penggalangan dana atau sumber daya memang aktifitas yang tidak asing bagi warga Indonesia.

Sebagian besar dari kita pernah melakukannya, termasuk para pengelola dan pegiat media komunitas. Kita pernah menjadi fundraiser (sebutan bagi orang yang menggalang dana/sumber daya) untuk kegiatan tujuh belasan di kampung. Kita juga pernah mengumpulkan sumbangan bagi tetangga atau teman-teman kita yang kecelakaan. Atau, menjadi seksi dana bagi kegiatan amal yang diselenggarakan oleh sekolah, kampus atau kantor tempat kita bekerja.

Sebagian dari kita juga pernah punya pengalaman menjadi donatur dan dimintai sumbangan oleh orang lain. Ada yang datang kepada kita hanya berbekal kotak amal, seperti yang banyak di temui di bis kota. Ada yang mendirikan posko amal lengkap dengan pengeras suara di pinggir, bahkan di tengah jalan. Ada juga yang datang ke rumah-rumah dengan membawa surat pengantar plus proposal. Atau, berdiri dan mencegat kita di depan toko dan menyodorkan amplop untuk diisi.

Namun, kita juga menjumpai beragam cara penggalangan dana secara profesional. Misalnya, mengundang kita untuk berpartisipasi dalam event amal, melakukan presentasi di kantor mengenai profil atau kegiatan organisasinya, atau melakukan kampanye lewat media massa atau media sosial (facebook atau twitter). Semuanya itu adalah bagian dari kegiatan penggalangan dana atau fundraising.

Secara umum, pengertian fundraising media komunitas mengacu pada berbagai metode dan cara untuk mendapatkan dana dan sumber daya lainnya bagi kelangsungan dan keberlanjutan media komunitas. Kegiatan fundraising di sini tidak dibatasi hanya pada penggalangan uang atau dana, tapi juga bentuk-bentuk sumber daya lainnya, seperti barang, tenaga, keahlian atau keterampilan, atau jaringan. Fundraising merupakan “ilmu” yang berisi serangkaian strategi atau cara untuk meyakinkan orang lain dengan sukses bahwa kegiatan media komunitas memberi manfaat bagi publik dan layak didukung.

Fundraising tidak hanya berkisar pada upaya meminta sumbangan atau dukungan. Fundraising yang sukses mencakup pemberian motivasi kepada orang lain untuk melakukan perbuatan yang baik, menyediakan kesempatan mereka untuk menyumbangkan dana, waktu, minat, dan kepercayaannya kepada kita, serta merawat para donatur dan pendukung itu dengan menjaga hubungan dan komunikasi dengan mereka.

Karena itu, kegiatan dalam fundraising mencakup 4 aspek:

• Open Eyes/ Buka Mata: Pengelola media komunitas harus membuka ”mata” atau pemahaman masyarakat mengenai pentingnya peran media komunitas dalam melakukan edukasi, penyadaran dan pemberdayaan masyarakat. Pengelola bisa membuka masyarakat dengan menunjukkan beragam manfaat yang dirasakan masyarakat dengan keberadaan media komunitas, perubahan positif yang ada di masyarakat, serta kemajuan yang berhasil dicapai.

• Open Mind/ Buka pikiran: Pengelola media komunitas harus membuka kesadaran masyarakat bahwa upaya edukasi, penyadaran dan pemberdayaan masyarakat yang dilakukan media komunitas bukan hanya agenda, program dan kepentingan pengelola media komunitas semata. Ini adalah program dan kepentingan bersama yang harus mendapatkan perhatian dan dukungan dari semua pihak. Karena itu, masyarakat harus ikut membantu dan mendanai kelangsungan serta keberlanjutan media komunitas agar program-program itu bisa terus berjalan.

• Open Heart/Buka Hati: Kegiatan penggalangan dana/ sumber daya banyak berkaitan dengan kegiatan ”membuka hati”. Masyarakat akan terketuk dan terbuka hatinya serta tertarik untuk menyumbang bila diajak dan dipersuasi dengan pesan-pesan yang menyentuh. Karena itu, pengelola media komunitas perlu merancang dan mengemas kegiatan fundraisingnya agar bisa menyentuh masyarakat, dengan menampilkan problematika atau persoalan masyarakat yang akan diatas, manfaat yang bisa dirasakan, serta perubahan dan kemajuan yang bisa diciptakan. Upaya ini biasanya dilakukan dengan menampilkan kata-kata atau tagline yang menyentuh, gambar, pilihan warna, ilustrasi musik, dan sebagainya.

• Open Wallet/ Buka Dompet: Buka dompet di sini tidak identik dengan meminta uang, tapi bisa menggalang beragam bentuk dukungan yang bisa diberikan masyarakat. Pengelola media komunitas perlu merancang skema dan mekanisme yang memudahkan dan tidak memberatkan bagi masyarakat untuk menyumbang. Warga harus diyakinkan bahwa mereka bisa menndukung dan menyumbang media komunitas dengan kapasitas dan potensi yang dimilikinya. Disini perlu dirancang beragam cara, jenis dan mekanisme dalam menyumbang yang memudahkan masyarakat untuk menjadi donatur dan pendukung media komunitas.

Mengapa Perlu Menggalang Dana?

Pendanaan merupakan faktor yang berperan penting dalam perkembangan dan keberlanjutan media komunitas maupun organisasi pengelolanya. Dana atau sumber daya memegang peranan penting dalam pembiyaan program atau operasional media komunitas, serta menjamin media ini untuk terus hidup dan berkembang di masa mendatang. Karena itulah, pengelola media komunitas harus mengadakan kegiatan penggalangan dana/ sumber daya untuk membiayai dan menjamin keberlanjutan program dan organisasinya. Secara umum, program atau kegiatan penggalangan dana penting untuk:

a. Bertahan Hidup

Setiap organisasi membutuhkan dana untuk bertahan, begitu juga media komunitas. Dana diperlukan untuk memenuhi pembiayaan penerbitan atau program siaran, untuk membayar gaji staf serta overheat kantor, merawat dan memperbaiki peralatan kantor, membeli peralatan baru dan kebutuhan lainnya. Kenyataannya, jika dana/ sumber daya tidak bisa diperoleh, media komunitas tidak bisa berfungsi secara baik. Dan, jika kinerja media komunitas tidak bagus, maka kebutuhan yang mendesak itu juga tak akan terpenuhi karena orang tidak akan mendukung lembaga yang kinerjanya kurang bagus.

b. Pengembangan dan ekspansi

Jika media komunitas atau organisasi pengelolanya menemui prospek dan tantangan di masa depan, maka dibutuhkan ekspansi atau pengembangan kinerja dan program-programnya. Misalnya, memperbaiki layanannya, memperluas bidang garapnya ke luar bidang atau daerah, mengadakan kampanye, edukasi masyarakat, serta melakukan percobaan dan inovasi. Semua itu membutuhkan uang dan berarti harus ada upaya penggalangan dana atau sumber dana untuk membiayainya

c. Mengurangi ketergantungan

Banyak media komunitas atau organisasi pengelolanya yang didanai oleh satu atau mungkin beberapa donatur atau penyumbang utama. Penyumbang utama ini biasanya menyediakan sebagian besar dana yang mereka butuhkan. Hal ini bisa membawa media komunitas ke arah ketergantungan pada donatur tersebut. Dan jika donatur itu mengundurkan diri, karena tidak lagi sejalan atau tak lagi punya kemampuan menyumbang, maka akan menyebabkan terjadinya krisis keuangan di media komunitas. Ketergantungan itu juga dapat menyebabkan media kesulitan menentukan agendanya sendiri karena selalu harus beradaptasi terhadap misi atau prioritas dari donatur tersebut. Karena itu, media komunitas harus menghindari ketergantungan terhadap satu atau dua donatur ini dengan memperluas basis penggalangan dana/ sumber daya dan menggalang dukungan dari beragam sumber pendanaan lainnya.

d. Membangun konstituen

Fundraising tidak sekedar menggalang dana atau sumber daya, tapi juga berkaitan pengembangan pendukung atau konstituen. Tiap-tiap pendukung penting bagi keberlanjutan program dan operasional media komunitas. Mereka semua bisa diyakinkan untuk terus menyumbang dan memberikan dana untuk kelangsungan dan keberlanjutan media komunitas. Mereka juga bisa berfungsi sebagai relawan atau mengajak keluarga dan teman-temannya mendukung program dan operasional media komunitas. Mereka merupakan indikasi atau ukuran dari tingkat dukungan yang bisa ditarik oleh media komunitas, dan karena itu, bisa memperkuat lobi dan mengkampanyekan apa yang diperjuangkan media komunitas.

e. Menciptakan Organisasi yang berkelanjutan

Media komunitas diharapkan bisa melakukan program atau kegiatan yang sifatnya jangka panjang. Misalnya, membangun pemahaman dan kesadaran warga mengenai hak-haknya. Radio komunitas juga diharapkan bisa secara kontinyu memberikan informasi yang dibutuhkan oleh masyarakat. Kerja-kerja semacam ini tidak mungkin dilihat hasilnya dalam waktu dekat. Karena itu sangat penting bagi media komunitas untuk menciptakan organisasi yang cukup kuat kondisi keuangangannya dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

Organisasi yang selalu terganggu oleh defisit tahunan, atau mendekati kebangkrutan, dimana masalah keuangan menjadi problem utamanya, biasanya akan berpengaruh terhadap moral dan kinerja seluruh organisasi. Karena itu, organisasi harus dapat menemukan cara yang tepat untuk memperkuat posisi keuangannya dan mengembangkan fundraising yang tepat atau strategi pengembangan usaha bagi masa depannya  (Hamid Abidin, Sekolah Fundraising PIRAC)

Posted in: Uncategorized