RS Pekerja Didirikan di KBN Cakung

Posted on September 25, 2012

3


 

Selasa, 25 September 2012

Jakarta, Kompas – Rumah sakit khusus pekerja akan mulai dibangun di Kawasan Berikat Nusantara Cakung, bulan depan. Diperkirakan, rumah sakit ini akan bisa beroperasi akhir tahun depan dengan kapasitas 200 tempat tidur tanpa kelas.

Pembangunan rumah sakit yang dimotori oleh PT Jamsostek Persero, PT KBN Persero, PT Asuransi Kesehatan, dan RS Pelni ini nantinya akan melayani 80.000 pekerja yang ada di Kawasan Berikat Nusantara (KBN) Cakung. Diharapkan, rumah sakit ini juga akan menjadi nilai tambah bagi KBN sehingga semakin banyak investor yang masuk ke KBN.

”Yang akan membangun rumah sakit ini adalah Jamsostek, tetapi memakai lahan dari KBN. Buruhnya pun yang akan menjadi target berasal dari KBN. Adapun pengelolaannya diberikan ke PT Askes dan RS Pelni,” kata Direktur Utama KBN Raharjo Arjosiswoyo seusai menandatangani nota kesepahaman pendirian RS pekerja di Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (24/9).

Sementara itu, Direktur PT Jamsostek (Persero) Elvyn G Masassya mengatakan, investasi yang akan dipakai untuk pembangunan rumah sakit ini baru akan dihitung. Namun, diperkirakan akan menghabiskan anggaran sebesar Rp 200 miliar.

”Studi kelayakannya akan segera dilakukan. Dari situ akan diketahui angka yang sebenarnya. Ini adalah langkah awal yang akan menjadi contoh bagi rumah sakit-rumah sakit pekerja di seluruh Indonesia,” kata Elvyn.

Elvyn tidak bersedia menjelaskan lebih lanjut mengenai komposisi investasi antar-perseroan itu. Alasannya, studi kelayakan baru akan dibuat sehingga belum tahu hasilnya.

Ditambahkannya, setelah membangun RS Pekerja, Jamsostek juga akan mendirikan 200 poliklinik yang tersebar di seluruh Indonesia. ”Klinik-klinik ini akan melengkapi klinik-klinik yang sudah ada. Kami sangat berharap rumah sakit dan klinik ini akan memberikan kesejahteraan dan manfaat bagi peserta Jamsostek,” tutur Elvyn.

Menteri BUMN Dahlan Iskan yang menyaksikan penandatanganan itu mengatakan, keberadaan RS pekerja ini merupakan permintaan dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat meninjau kawasan industri di Batam.

”Saat itu beliau menanyakan, mengapa tentara mempunyai rumah sakit, sementara pekerja yang jumlahnya jutaan orang tidak mempunyai rumah sakit khusus pekerja,” kata Dahlan. Lahan rumah sakit ini seluas 2,1 hektar. (ARN/HAM)

Advertisements
Posted in: Uncategorized