Jokowi-Basuki Unggul di Lima Wilayah

Posted on September 27, 2012

0


 

Kamis, 27 September 2012
Jakarta, Kompas – Pasangan calon gubernur dan wakil calon gubernur nomor urut tiga, Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama, unggul atas pasangan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli di lima wilayah di DKI Jakarta dalam rekapitulasi suara di tingkat kota/kabupaten, Rabu (26/9).

Di Jakarta Timur, Jokowi-Basuki memperoleh 695.220 suara, sedangkan Fauzi-Nachrowi mendapat 611.366 suara. Di Jakarta Utara, Jokowi-Basuki mengantongi 432.714 suara, sementara Fauzi-Nachrowi 300.188 suara.

Jokowi-Basuki unggul di Jakarta Barat dengan 577.232 suara atas Fauzi-Nachrowi yang mendapat 474.298 suara. Di Jakarta Selatan, Jokowi-Basuki mendapat 507.257 suara, unggul atas Fauzi-Nachrowi yang mendapat 476.742 suara.

Begitu juga di Jakarta Pusat, Jokowi-Basuki memimpin dengan 256.529 suara, unggul atas Fauzi-Nachrowi dengan 249.427 suara. Fauzi-Nachrowi unggul di Kepulauan Seribu dengan perolehan 8.794 suara, sedangkan Jokowi-Basuki mendapat 3.178 suara.

Total suara sah dari semua wilayah sebanyak 4.592.045 suara, sedangkan suara tidak sah 74.996 suara. Jumlah daftar pemilih tetap sebanyak 6.996.951 orang.

Anggota KPU DKI Jakarta, Sumarno, mengatakan, secara keseluruhan penghitungan suara di tingkat kota/kabupaten berjalan lancar. ”Memang ada catatan- catatan kecil, tetapi secara umum para saksi setuju dan menandatangani berita acara,” katanya.

Catatan kecil itu, lanjut Sumarno, terkait dengan perbedaan jumlah surat suara yang selisih satu atau dua surat. Namun, tidak ada satu catatan pun menyangkut perolehan suara.

Di Jakarta Selatan, perwakilan tim sukses Fauzi Bowo-Nachrowi sempat meminta KPU dan Panwaslu memperhatikan soal jumlah suara tidak sah, khususnya di beberapa kecamatan, seperti Kebayoran Baru. Di Jakarta Timur mengemuka juga bahwa pada hari pemungutan suara dilaporkan sejumlah kecurangan oleh tim sukses.

Secara umum, partisipasi pemilih pada Pilkada DKI putaran kedua lebih tinggi dibandingkan dengan putaran pertama. ”Golput pada putaran kedua lebih rendah, yaitu 36 persen, sedangkan pada putaran pertama 39 persen,” kata Ketua KPU Jakarta Utara Dedi Iskandar.

KPU DKI Jakarta memperkirakan seluruh rekapitulasi di tingkat kota sampai ke tangan KPU DKI Jakarta kemarin malam. Sumarno mengatakan, rapat pleno rekapitulasi suara tingkat provinsi dilaksanakan pada 28 September dan penetapan gubernur baru pada 29 September.

Apabila tidak ada gugatan atas penetapan hasil Pilkada DKI Jakarta putaran kedua di Mahkamah Konstitusi, gubernur baru bisa dilantik pada 7 Oktober.

(fro/ren/nel/mdn/win/rwn)

Posted in: Uncategorized