TENAGA KERJA Produktivitas Buruh Indonesia Rendah

Posted on October 1, 2012

0


Senin,01 Oktober 2012

 

Produktivitas Buruh Indonesia Rendah

JAKARTA, KOMPAS – Produktivitas buruh Indonesia rendah. Hal ini menjadi salah satu isu krusial menuju 2025 ketika Indonesia diramalkan menjadi negara berkekuatan ekonomi terbesar ke-10 di dunia. Namun, rendahnya produktivitas buruh itu kenyataannya justru berkaitan erat dengan kebijakan pemerintah sendiri.

Seperti disampaikan Sekretaris Jenderal Organisasi untuk Kerja Sama dan Pengembangan Ekonomi (OECD) Angel Gurria, pekan lalu di Jakarta, rata-rata produktivitas buruh di seluruh sektor masih sangat rendah. Ini menjadi salah satu tantangan besar dalam pembangunan ekonomi Indonesia menuju negara berkekuatan ekonomi terbesar ke-10 di dunia per 2025.

Seberapa rendah, Angel membandingkannya dengan Malaysia yang dianggap relevan. Kontribusi tenaga kerja Indonesia terhadap produk domestik bruto (PDB) adalah 6.000 dollar Amerika Serikat (AS), sedangkan di Malaysia 14.000 dollar AS.

Dihubungi di Surabaya, Jawa Timur, Minggu (30/9), Koordinator Forum Pendamping Buruh Nasional Domin Damayanti menyatakan, produktivitas buruh tidak bisa disoroti dari sisi buruh saja. Alasannya, produktivitas buruh minimal dipengaruhi tiga hal, yakni keterampilan buruh sendiri, teknologi, dan daya beli masyarakat.

Rendahnya keterampilan buruh secara rata-rata, Domin mengatakan, akibat dari kebijakan pendidikan yang belum mampu menghasilkan banyak lulusan berketerampilan tinggi. Faktanya, pendidikan bermutu sampai jenjang tinggi masih mahal sehingga tidak terjangkau kebanyakan penduduk.

Berkaitan dengan teknologi, Domin melanjutkan, mesin-mesin pabrik di Indonesia hampir semuanya impor. ”Kalau barang modal dan produksinya impor, kita tidak pernah bisa menguasai teknologi. Padahal, penguasaan teknologi berkontribusi penting pada penguasaan ekonomi,” kata Domin.(LAS/UTI)

 

 

 

Advertisements
Posted in: Uncategorized