UNJUK RASA BURUH Polda Masih Mendata Kekuatan

Posted on October 1, 2012

0


Senin,01 Oktober 2012

 

Jakarta, Kompas – Kepolisian Daerah Metro Jaya siap mengamankan aksi buruh besar-besaran yang rencananya akan digelar 3 Oktober ini.

Namun, hingga Minggu (30/9) sore, kepolisian belum bisa memastikan jumlah personel yang akan disiapkan sebab laporan berapa besar buruh yang akan mogok kerja pada Rabu mendatang belum masuk.

”Sampai saat ini, kepolisian masih melakukan pendataan dan mencari tahu pasti serikat mana saja yang akan mengajak anggotanya,” kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto, kemarin.

Ia menambahkan, pada dasarnya, unjuk rasa dan mogok kerja dilindungi undang-undang selama dilakukan sesuai dengan peraturan.

”Jadi, kalau mogok kerja, berarti diam saja di kantor atau perusahaan masing-masing. Tidak berkeliaran ke mana-mana dan tidak mengganggu ketertiban umum lainnya,” ujar Rikwanto.

Rapat akbar

Sementara itu, di Lapangan Pertamina, Bitung, Kabupaten Tangerang, kemarin, ribuan buruh melakukan rapat akbar sebagai persiapan menyambut aksi unjuk rasa dan mogok nasional.

Rapat itu digelar untuk konsolidasi terkait dengan rencana aksi unjuk rasa dan mogok massal nasional di wilayah Tangerang Raya (Kota dan Kabupaten Tangerang).

Massa dari beberapa aliansi, serikat, dan federasi buruh itu datang dari kawasan industri, baik di Kota maupun Kabupaten Tangerang, dengan melakukan konvoi menuju ke lapangan tersebut. Selain menggunakan sepeda motor, massa juga berkonvoi menggunakan bus dan angkutan kota serta kendaraan pribadi.

”Ini untuk konsolidasi terakhir sekaligus pemanasan untuk aksi unjuk pada Rabu (3/10) mendatang,” kata Presidium Aliansi Rakyat Tangerang Raya (Alttar) Koswara kepada Kompas.

Delapan titik

Koswara mengatakan, sesuai dengan kesepakatan aliansi, serikat, dan federasi buruh se-Indonesia, aksi unjuk rasa dan mogok nasional akan dilakukan di kawasan industri tiap-tiap wilayah.

”Aksi ini direncanakan akan diikuti sekitar 10.000 buruh se-Tangerang Raya. Aksi dimulai pukul 08.00 hingga selesai,” kata Koswara, yang juga Koordinator Federasi Serikat Buruh Karya Utama.

Untuk Tangerang Raya, lanjut Koswara, aksi unjuk rasa dan mogok nasional akan dilakukan di delapan titik, yakni lima titik di kawasan industri di kabupaten dan tiga titik di kawasan industri kota.

Lima titik di kabupaten adalah kawasan industri Balaraja, Pasar Kemis, Cikupa Mas, Bunder, dan Manis (Jatiuwung). Sementara tiga titik di kota adalah kawasan industri Batu Ceper, Jatake, dan Karawaci.

”Dalam aksi ini, para buruh akan mendatangi satu per satu pabrik untuk mengajak unjuk rasa dan mogok massal nasional,” kata Koswara.

Persiapan pengamanan

Terkait dengan rencana aksi ini, lanjut Koswara, pihaknya belum melaporkan kepada pihak kepolisian. ”Kami baru akan melaporkan rencana aksi ini, Senin (1/10),” ujar Koswara.

Kepala Polres Tangerang Kabupaten Komisaris Besar Bambang Priyo A membenarkan adanya informasi mengenai aksi buruh.

”Tidak ada persiapan khusus untuk pengamanan aksi itu karena kami terus berkoordinasi dengan mereka untuk menciptakan suasana yang kondusif,” kata Bambang. (RTS/PIN)

 

 

 

Advertisements
Posted in: Uncategorized