Menteri Perindustrian Minta Aparat Tegas

Posted on November 5, 2012

0


Kompas, Senin,05 November 2012

Vientiane, Kompas – Menteri Perindustrian MS Hidayat meminta aparat keamanan bertindak tegas dalam menangani aksi buruh yang merusak aset pabrik. Aksi tersebut telah mengancam daya saing industri nasional dan mencoreng iklim investasi.

Hal tersebut disampaikan MS Hidayat di Vientiane, Laos, Minggu (4/11), seperti dilaporkan wartawan Kompas Eny Prihtiyani. ”Unjuk rasa buruh untuk menuntut haknya adalah sah dan berlaku di seluruh dunia. Yang berbeda, mereka melakukan dengan aksi kekerasan, seperti menyandera karyawan pabrik, mendobrak pintu pabrik, dan merusak aset pabrik lainnya. Aksi-aksi tersebut harus ditindak tegas karena sudah melanggar hukum,” katanya.

Ia menilai, aparat keamanan cenderung melakukan pembiaran atas aksi-aksi perusakan tersebut. ”Di negara lain tidak seperti itu. Saya khawatir pemaksaan ini berlangsung terus dan dibiarkan. Saya sudah lapor kepada Presiden,” kata Hidayat.

Ia menambahkan, jika tidak ada penindakan tegas dari aparat, produktivitas akan terganggu. Sebagian pabrik sudah mulai menutup usaha dan sebagian lagi berancang-ancang memindahkan investasi ke negara lain.

Sementara itu, Presiden Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Said Iqbal mengatakan, aksi buruh melakukan penggerebekan pabrik merupakan akibat kelalaian pemerintah yang tidak menindak tegas perusahaan yang melanggar undang-undang, khususnya yang berkaitan dengan penggunaan tenaga kerja alih daya dan kontrak.

Padahal, undang-undang sudah jelas mengatur bahwa pekerja alih daya tidak boleh digunakan di proses produksi langsung atau kegiatan pokok. Pekerja alih daya hanya boleh digunakan di lima jenis pekerjaan, yakni kebersihan, katering, keamanan, transportasi, dan jasa penunjang pertambangan atau perminyakan.

”Selama 9 tahun lebih dibiarkan oleh pemerintah, tidak ada tindakan tegas. Maka, buruh, atas nama hukum, melakukan tindakan dengan caranya agar pengusaha mau mematuhi undang-undang, yakni tidak menggunakan sistem kerja alih daya di proses produksi langsung,” kata Said Iqbal di sela-sela rapat akbar memperingati hari ulang tahun FSPMI Tangerang, di Lapangan Dumpit, Kecamatan Jatiuwung, Kota Tangerang, Banten, Minggu. (CAS)

Tagged:
Posted in: BURUH