Pengawas Pemilu Tuding KPU Langgar Kode Etik

Posted on November 5, 2012

0


Koran Tempo – SENIN, 05 NOVEMBER 2012

JAKARTA – Badan Pengawas Pemilihan Umum menuding Komisi Pemilihan Umum tak transparan dalam tahap verifikasi administrasi. Karena itu, Badan Pengawas mengadukan Komisi ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu. “Kami melihat ada proses yang tak transparan,” kata anggota Badan Pengawas, Endang Wihdatiningtyas, saat dihubungi kemarin.

Endang mengatakan, ada dua kasus yang disorot Badan Pengawas berkaitan dengan tidak transparannya KPU. Pertama, terlambatnya pengumuman hasil verifikasi. Kedua, keterlambatan penjelasan hasil verifikasi. “Partai dan Badan Pengawas sulit mengakses informasi dari KPU,” ujarnya.

Soal transparansi ini memang diprotes 18 partai yang gugur dalam tahap verifikasi. Pekan lalu, para petinggi partai dua kali mendatangi kantor Komisi. Mereka meminta Komisi menjelaskan alasan partainya tak lolos dalam tahap verifikasi administrasi. Akhirnya, Jumat pekan lalu, Komisi menyerahkan rapor kepada partai berikut alasan gagalnya partai mereka.

Wakil Sekretaris Jenderal Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU), Tohadi, menilai Komisi tak teliti saat menghimpun berkas. Hal ini akibat banyaknya dokumen persyaratan yang diserahkan PKNU yang tak tercatat. “Kami sudah mengadukan ini ke Badan Pengawas,” kata Tohadi.

Dewan Kehormatan tengah mengkaji pengaduan yang disampaikan Badan Pengawas. Anggota Dewan Pengawas, Nur Hidayat Sardini, menjelaskan, hari ini mereka bakal menentukan apakah kasus tidak transparannya Komisi perlu dibawa ke dalam sidang atau tidak. “Tim tengah mengkaji bukti-bukti,” ujar Nur.

Anggota Komisi, Arief Budiman, menjelaskan bahwa mereka memiliki alasan kuat untuk memundurkan jadwal pengumuman hasil verifikasi. Sebab, hal tersebut tak bertentangan dengan ketentuan. Apalagi Komisi telah terlebih dulu merevisi aturan tahapan pemilihan umum.

Arief menyangkal jika dikatakan Komisi tak transparan dalam tahap verifikasi administrasi. Menurut dia, Komisi sudah berkomunikasi dengan Badan Pengawas ihwal keterlambatan pengumuman. Penjelasan kepada partai yang gugur pun sudah sesuai dengan rencana. “Kami memang berencana menjelaskan alasan tidak lulusnya partai mereka pada Jumat lalu,” katanya.ANANDA BADUDU