TAJUK RENCANA-Jaga Kewaspadaan terhadap Teroris

Posted on November 5, 2012

0


Kompas – Senin,05 November 2012

Peristiwa penyergapan akhir pekan lalu di Poso, Sulawesi Tengah, memperlihatkan bahaya terorisme masih menjadi ancaman sangat serius.

Operasi penyergapan oleh Detasemen Khusus 88 Antiteror, Brimob, serta jajaran kepolisian lainnya mendapat rintangan, lebih-lebih karena orang-orang yang diduga teroris berbaur dengan masyarakat. Tidak gampang aparat keamanan menerobos masuk secara cepat karena terhalang kerumunan massa.

Situasi bahkan sempat menjadi tegang karena sebagian warga masyarakat, yang mungkin merasa terusik oleh bunyi letusan tembakan aparat, memblokade sejumlah ruas jalan. Operasi penyergapan dilaporkan menewaskan seorang warga yang diduga terkait jaringan teroris, sementara 14 orang lagi ditangkap sebagai bagian dari upaya membongkar gerakan terorisme.

Upaya pengejaran terduga teroris memang tidak selalu gampang. Gerakan mereka sering kali jauh lebih lincah ketimbang aparat keamanan. Tidak jarang mereka merecoki aparat dengan berbaur dengan warga masyarakat. Lokasi penyergapan akhir pekan lalu, misalnya, terletak hanya sekitar 500 meter dari Markas Polres Poso.

Tentu saja masih sangat diperlukan kerja keras aparat keamanan meski sejumlah pencapaian sudah diraih dalam upaya melawan terorisme belakangan ini. Mata rantai gerakan terorisme belum dapat diputuskan sepenuhnya. Pelatihan masih dilakukan di kalangan teroris. Kekuatan kaum teroris belum dipatahkan seluruhnya dan tetap menjadi ancaman berbahaya. Belum lama ini, misalnya, aparat keamanan menangkap 11 orang terduga dan tersangka teroris. Juga ditemukan bahan peledak dan bom di sejumlah kota, termasuk di Bogor dan Jakarta.

Sungguh dicemaskan jika penangkapan para tersangka dan temuan bahan peledak yang sudah sering terjadi membuat masyarakat luas menganggap ancaman teroris sebagai hal biasa. Kewaspadaan bagaimanapun perlu dipertahankan dan ditingkatkan karena terorisme merupakan kejahatan luar biasa. Tidak seperti perang, termasuk perang saudara sekalipun, yang dapat diramalkan dan diantisipasi, serangan teroris selalu bersifat dadakan, tiba-tiba, dan cenderung tidak memilih-milih sasaran.

Atas dasar itu, kewaspadaan terhadap ancaman terorisme tidak boleh surut. Apalagi kaum teroris dapat melancarkan serangan kapan saja dan di mana saja. Tidak ada bangsa dan negara yang bebas dari ancaman teroris. Meskipun bahaya terorisme bersifat global, upaya melawannya harus dilakukan lebih keras di Indonesia. Tidak seperti negara-negara tetangga, ancaman terorisme di Indonesia terkesan lebih mencolok.

Upaya melawan terorisme sebagai kejahatan melawan kemanusiaan tentu saja tidak hanya dilakukan oleh pemerintah dan aparat keamanan, tetapi juga seluruh warga masyarakat. Sungguh konyol jika masyarakat tidak aktif mematahkan kekuatan kaum teroris

Posted in: Uncategorized