Kadin Tagih Janji Pemerintah soal Gas

Posted on November 6, 2012

0


Kompas 02 november 2012

MINYAK DAN GAS BUMI

 

 

Jakarta, Kompas – Kamar Dagang dan Industri Indonesia menagih janji pemerintah untuk mengatasi kelangkaan pasokan gas bagi industri setelah harga gas di hilir dinaikkan. Penambahan pasokan gas itu diperlukan untuk meningkatkan daya saing industri nasional di tengah serbuan produk impor.

Menurut Wakil Ketua Bidang Perdagangan, Distribusi, dan Logistik Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Natsir Mansyur dalam jumpa pers, Kamis (1/11), di Jakarta, hingga saat ini industri masih mengalami kekurangan pasokan gas.

Padahal, ketersediaan gas bagi industri diperlukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional agar mencapai 6,8 persen tahun depan. Jaminan pasokan gas juga diperlukan untuk menjaga pasar domestik dan meningkatkan pasar ekspor produk-produk manufaktur.

”Dengan tingginya pertumbuhan ekonomi, pengusaha hendak ekspansi usaha, tetapi ini sulit dilakukan jika kekurangan pasokan gas,” kata Natsir. Beberapa sektor industri juga bergantung pada gas sebagai bahan bakar untuk kegiatan produksi dan tidak bisa melaksanakan diversifikasi energi, antara lain industri logam, kertas, keramik, pupuk, dan petrokimia.

”Pemerintah tidak tegas soal pasokan gas. Padahal, kami dijanjikan tidak lagi kekurangan pasokan gas dengan adanya kenaikan harga gas bagi pelanggan industri,” kata Natsir.

Pelaku usaha juga menuntut PT Perusahaan Gas Negara (PGN) membuka akses pipa transmisi dan distribusi gas agar bisa dimanfaatkan pelaku usaha niaga gas lainnya. ”Kami berencana mengirim surat kepada Badan Pemeriksa Keuangan untuk mengaudit PT PGN sebab pemanfaatan jaringan infrastruktur itu untuk kepentingan publik dan infrastruktur gas milik PT PGN itu kan awalnya didukung penuh oleh pemerintah,” ujar Natsir.

Pada kesempatan sama, Ketua Koordinator Gas Industri Kadin Indonesia Achmad Widjaya menyatakan, kenaikan harga gas untuk industri di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi diberlakukan 1 September 2012- 31 Maret 2013. Dengan kenaikan harga gas itu, industri berharap pemerintah mengambil keputusan politik mengenai gas yang mendorong industri nasional.

Potensi gas yang bisa diberikan ke industri di antaranya Premier Oil Natuna-PLN Batam maksimal 55 juta kaki kubik per hari (MMSCFD), LNG Indonesia-Nusantara Regas (Bontang) maksimal 40 MMSCFD, dan Chevron Riau maksimal 380 MMSCFD. Selain itu, 40 persen dari hasil produksi gas Tangguh, Papua Barat, yang dialokasikan untuk domestik sebesar 400 MMSCFD dan alokasi Sempra di Tangguh 250 MMSCFD diharapkan diberikan ke industri. (EVY)

Advertisements
Posted in: Energi