Kantor Investor Dibakar

Posted on November 6, 2012

0


Kompas, 03 November 2012

Warga Tolak Tambang Pasir Besi di Kotabunan

 

Manado, Kompas – Jumat (2/11), situasi di Desa Paret, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, berangsur pulih, setelah terjadi amuk massa pada Kamis malam. Massa membakar kantor atau fasilitas PT Meitha Perkasa Utama, investor tambang pasir besi di kawasan itu.

Amuk massa mencederai dua warga negara asing asal China yang bekerja di perusahaan itu.

Imran Walangadi, warga Kotabunan, Jumat, mengatakan, suasana Desa Paret sudah normal, setelah amuk massa tersebut. Meski demikian, ratusan aparat keamanan dari Kepolisian Daerah Sulawesi Utara dan Kepolisian Resor Bolaang Mongondow masih berjaga-jaga di sana.

Bupati Bolaang Mongondow Timur Sehan Lanjar, Jumat, datang ke Desa Paret. Ia meminta masyarakat untuk tenang dan tidak terprovokasi.

Sehan pun menerima rekomendasi dari DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, yang cepat bersidang pada Jumat. DPRD meminta Bupati menghentikan kegiatan PT Meitha Perkasa Utama (MPU). ”Saya meminta pihak perusahaan berhenti beroperasi. Jangan memaksakan diri,” kata Bupati lagi.

Dedi Ginoga, dari bagian Humas PT MPU, mengatakan, akibat amuk massa itu, dua pekerja asing asal China mengalami cedera parah. Korban bernama Yip Chuen Cun (39) dan Beni Lin (41). Keduanya dilarikan dan dirawat intensif di Rumah Sakit Dr Kandouw Malalayang, Manado, sebab menderita patah kaki dan tulang rusuk. Mereka diduga terjatuh saat berlari menyelamatkan diri dari amukan massa yang membakar mess karyawan.

”Saya tak tahu penyebab amuk massa itu,” kata Dedi. Selama ini, warga menolak keberadaan investor tambang pasir besi itu.

Massa, yang umumnya berasal dari Desa Paret, marah dan emosi, setelah spanduk yang mereka pasang di dekat kantor PT MPU dicabut oleh petugas satuan pengamanan perusahaan. Spanduk itu merupakan protes massa terhadap keberadaan perusahaan. Warga juga marah karena ada informasi bahwa petugas keamanan perusahaan mengancam sejumlah warga dengan belati.

Ancaman itu disampaikan kepada warga di Desa Paret melalui pengeras suara. Tak sampai satu jam, warga berdatangan dengan membawa berbagai senjata serta langsung membakar kantor, tempat tinggal karyawan, dan mobil perusahaan. Puluhan karyawan PT MPU berlarian keluar mess, menyelamatkan diri.

Bupati Bolaang Mongondow Timur sebenarnya pada Februari lalu telah mencabut izin PT MPU sebab terjadi perusakan lingkungan (Kompas, 21/2). Menurut Sehan, eksploitasi bijih besi telah jauh keluar dari zona yang ditetapkan sehingga mengikis belasan hektar wilayah Pantai Paret. Wilayah pantai tergerus air laut.

Pelanggaran lainnya, menurut Sehan, adalah pemakaian alat berat pengisap yang semestinya di laut, tetapi justru mengisap pasir besi di pantai.

Warga Batang diamankan

Dari Jawa Tengah, Lembaga Bantuan Hukum Semarang mempertanyakan penahanan lima warga Kabupaten Batang oleh Polda Jawa Tengah karena menolak proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap Batang. Wahyu Nandang Herawan dari LBH Semarang meminta lima warga itu, yaitu Casnoto, M Tafrikan, Sabarno, Riyono, dan Kirdar Untung, dilepaskan. (zal/who)

Posted in: PERTAMBANGAN