KETENAGAKERJAAN 23 Asosiasi Industri Siap Mogok

Posted on November 6, 2012

0


Kompas, 03 November 2012

 

 

 

 

Jakarta, Kompas – Para pemimpin asosiasi industri yang beranggotakan puluhan ribu pabrik mengancam mogok berproduksi jika pemerintah dan kepolisian tidak segera menghentikan aksi buruh yang melanggar aturan. Mereka juga menyatakan membatalkan kesepakatan yang dibuat bersama serikat pekerja dalam aksi razia pabrik yang disertai intimidasi dan pemblokadean pabrik selama ini.

Demikian pernyataan sikap pemimpin 23 asosiasi industri yang dibacakan Koordinator Forum Komunikasi Lintas Asosiasi Nasional Franky Sibarani, di Jakarta, Jumat (2/11). Ikut hadir dalam pernyataan sikap itu Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia Anton J Supit, Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Ade Sudrajat, Ketua Forum Investor Bekasi Deddy Harsono, dan puluhan pemimpin asosiasi industri.

”Kami sebenarnya tidak mau lock out (mogok produksi). Tetapi, kalau keadaan seperti sekarang, keamanan tidak terjamin, kami pakai hak yang dijamin undang-undang,” kata Anton.

Pengusaha menyadari mogok nasional bisa menimbulkan kerugian, antara lain kehilangan pendapatan, beban penalti dari pemesan di luar negeri, dan penurunan pembayaran pajak kepada pemerintah.

Potensi kehilangan pendapatan akibat mogok diperkirakan sedikitnya Rp 1 triliun. Ade mengatakan saat ini sudah darurat investasi. Anggota API yang berjumlah 2.600 pabrik memilih menunda ekspansi mereka.

”Kami menyampaikan pernyataan sikap ini karena demonstrasi buruh sudah mengancam industrialisasi dan pertumbuhan ekonomi RI tahun mendatang kalau masalah ini tidak tertangani dengan baik. Investor tidak perlu komando asosiasi industri untuk relokasi karena jika mereka sudah memutuskan demikian, akhirnya kita juga yang rugi,” kata Ade.

Ada lima butir sikap pengusaha. Pertama, aksi buruh belakangan ini sudah kriminal dan tidak direspons polisi. Kedua, keadaan ini bisa memicu konflik horizontal. Buruh yang ingin bekerja dan masyarakat sekitar pabrik bentrok dengan buruh yang mendobrak masuk pabrik.

Ketiga, kesepakatan pengusaha dan buruh yang dibuat di bawah intimidasi dinyatakan batal demi hukum. Keempat, pengusaha menolak penetapan upah di luar mekanisme pengupahan yang dipolitisasi. Kelima, pengusaha mempertimbangkan mogok nasional jika kepastian hukum tidak segera ditegakkan.

Pengusaha resah sejak ribuan buruh anggota Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia yang bergabung dalam Majelis Pekerja Buruh Indonesia gencar menyisir pabrik yang melanggar Undang- Undang Ketenagakerjaan. Buruh menuntut penghapusan pekerja alih daya, pembayaran upah sesuai kebutuhan hidup layak, dan penyelenggaraan jaminan sosial menyeluruh 1 Januari 2014.

Secara terpisah, Sekretaris Jenderal Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia Togar Marbun menegaskan, aksi buruh terjadi karena pengusaha terlalu lama melanggar peraturan ketenagakerjaan. Buruh tidak akan beraksi jika pengusaha tidak mengeksploitasi.

”Kalau pengusaha tidak puas, kenapa tidak lapor polisi. Boikot produksi tidak menyelesaikan persoalan,” ujar Marbun.

Anton mengatakan, pembiaran aksi buruh yang melanggar ketentuan membuat pengusaha berhenti ekspansi. Investor pabrik sepatu berorientasi ekspor dengan 16.000 pekerja sebenarnya sudah siap memperluas pabrik menyerap 50.000 pekerja.

”Mereka menunda. Target ekspor tahun 2012 sebesar 5 miliar dollar AS (sekitar Rp 48 triliun) sulit tercapai. Paling mungkin 3,2 miliar dollar AS (sekitar Rp 30,7 triliun),” kata Anton.

Ketua Umum Asosiasi Persepatuan Indonesia Eddy Widjanarko, di Jakarta, menegaskan, kerugian potensial akibat penutupan pabrik sepatu Bata mencapai Rp 25 miliar. Penutupan pabrik masih berlanjut. Perdagangan saham Bata di Bursa Efek Indonesia pun masih disuspensi sejak 30 Oktober 2012.

Sementara itu, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar menerima Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo, Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah, dan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan di kantornya. Muhaimin meminta ketiga gubernur itu untuk berkoordinasi sebelum menetapkan upah minimum sehingga tidak terjadi selisih yang lebar.(HAM/NDY/BEN/ETA/RAZ/MHF/PRA/ELD/RIZ)

Posted in: BURUH