MINYAK DAN GAS BUMI Industri Minta Kebutuhan Gas Terpenuhi

Posted on November 6, 2012

0


Kompas – Kamis, 01 november 2012

Jakarta, Kompas – Meningkatnya kebutuhan gas untuk industri nasional belum diimbangi dengan ketersediaan gas di dalam negeri. Untuk itu, hasil produksi gas nasional seharusnya diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan domestik, khususnya industri, sebelum diekspor.

Hal ini terungkap dalam diskusi bertema ”Penguatan Industri Gas untuk Mewujudkan Ketahanan Energi Nasional”, yang diprakarsai Centre for Strategic and International Studies (CSIS), Rabu (31/10), di Jakarta.

Direktur Jenderal Basis Industri Manufaktur Kementerian Perindustrian Panggah Susanto meminta agar kebutuhan gas untuk industri bisa terpenuhi. Dengan pertumbuhan sektor industri yang diperkirakan terus naik hingga mencapai 8,59 persen tahun 2014, hal tersebut akan berdampak pada peningkatan kebutuhan gas di sektor industri.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia Sofjan Wanandi menyatakan, saat ini kalangan industri di dalam negeri masih kekurangan pasokan gas sehingga sulit meningkatkan kapasitas produksi. ”Oleh karena itu, gas seharusnya tak lagi diekspor dan 100 persen didedikasikan untuk kepentingan domestik,” kata dia.

Terkait dengan hal itu, pemerintah diminta segera merenegosiasi kontrak-kontrak penjualan gas yang lama dan mengalokasikan sebagian gasnya ke dalam negeri serta tidak lagi mengekspor gas untuk kontrak-kontrak baru. ”Kalau terus diekspor, industri sulit bersaing tanpa gas karena harga BBM (bahan bakar minyak) mahal,” ujar Sofjan.

Menurut Panggah, kebutuhan gas sektor industri tahun ini 2.095,86 juta kaki kubik per hari (MMSCFD). Untuk tahun depan, kebutuhan gas diperkirakan 2.181,64 MMSCFD dan akan meningkat menjadi 2.233 MMSCFD pada tahun 2014 nanti. Industri yang paling banyak menyerap gas adalah pupuk dan petrokimia.

Namun, dari kebutuhan gas sektor industri untuk sumber energi 1.057,86 MMSCFD, diperkirakan hanya terpenuhi melalui kontrak dengan PT Perusahaan Gas Negara sebesar 563,3 MMSCFD dengan perkiraan pasokan hanya 536 MMSCFD. ”Karena itu, perlu jaminan pasokan gas dengan harga kompetitif untuk menjamin kelangsungan produksi sektor industri,” ujar Panggah.

Senior Vice President Gas and Power PT Pertamina (Persero) Djohardi Angga Kusumah menyatakan bahwa kapasitas infrastruktur penerima gas perlu ditingkatkan untuk memenuhi kebutuhan gas industri, termasuk di Jawa Barat. (EVY)

Posted in: Energi