Pertemuan Tertutup Komite Sentral PKC Dimulai

Posted on November 6, 2012

0


kompas, 02 november 2012

PERALIHAN KEKUASAAN

 

 

Beijing, Kamis – Sekitar 500 anggota Komite Sentral Partai Komunis China (PKC) bertemu secara tertutup selama empat hari mulai Kamis (1/11) di Beijing. Tujuan pertemuan adalah memastikan pemangku jabatan presiden dan perdana menteri China untuk sepuluh tahun ke depan dan menentukan siapa saja yang akan mengisi kursi-kursi di Komite Tetap Politbiro.

Pertemuan ini menjadi pembuka sebelum pelaksanaan Kongres PKC, yang beranggotakan 2.000 orang pada 8 November mendatang.

Pada kongres tersebut akan diputuskan secara resmi, Xi Jinping, yang kini menjabat wakil presiden, menjadi Presiden China menggantikan Hu Jintao. Saat bersamaan, Wakil PM Li Keqiang akan menggantikan PM Wen Jiabao.

Di samping itu, sedang diramu juga siapa saja yang akan menduduki lima hingga tujuh kursi Komite Tetap Politbiro, badan tertinggi pembuat keputusan di China dan siapa saja yang akan menduduki 25 kursi di lapis kedua Politbiro.

Joseph Cheng, pakar politik China dari City University of Hong Kong, mengatakan, tokoh- tokoh senior sudah terpilih secara informal untuk menduduki kursi di Politbiro PKC.

Mantan Menteri Perdagangan China Bo Xilai, yang sebelumnya diproyeksikan menjadi bagian dari generasi baru elite politik China, dipastikan tidak akan masuk dalam daftar. Bo sudah dipecat dari Kongres dan segera diadili dengan tuduhan korupsi. ”Daftar nama yang disusun di posisi Politbiro sangat penting karena turut menentukan para pejabat menteri,” kata Cheng.

Dalam 20 tahun terakhir, proses pergantian kepemimpinan di China relatif mulus dari intrik. Namun, menjelang pergantian kepemimpinan pekan depan, tergambar keberadaan intrik. Ini terlihat dari penjungkalan Bo, seorang tokoh antikorupsi yang mempertahankan politik aliran kiri, yang tidak disukai Hu dan Wen.

Bo dianggap ancaman jika turut masuk ke dalam jajaran elite. Kubu Hu dan Wen mendambakan proses demokrasi secara perlahan. Sementara kubu Bo dan tokoh kiri China tetap mengagung-agungkan nilai-nilai lama PKC. Kubu Bo relatif antikorupsi yang dianggap membahayakan praktik korupsi para elite China 10 tahun terakhir.

Sarat intrik

Penjungkalan kubu Bo merupakan gambaran dari peralihan kepemimpinan yang sarat intrik sekaligus indikasi langkah-langkah untuk mengamankan perbuatan korup para pejabat yang segera lengser.

China sarat dengan sejarah intrik dan perseteruan abadi para elite karena ketiadaan demokrasi, yang berperan sebagai pengontrol kekuasaan di banyak negara.

Para penguasa China sekarang ini juga terkesan sangat gugup. Oleh sebab itu, mereka memastikan para pengganti adalah pihak-pihak yang mengamankan kepentingan elite lama.

”Menjelang pergantian kekuasaan, China memperketat sensor, melancarkan intimidasi,” kata Renee Xia, Direktur Pembela Hak-hak Asasi China. ”Elite China sangat gugup karena ada gejala ketidakharmonisan kekuasaan.”

Perkembangan ekonomi juga membuat China kebingungan menghadapi sejumlah ekses pembangunan, seperti tuntutan demokrasi. Ekses lain adalah maraknya korupsi yang juga memunculkan kemarahan rakyat. Itu sebabnya tugas berat pemimpin China ke depan lebih pada bagaimana mengatasi gejolak besar yang berpotensi muncul dari dalam negeri.(AP/AFP/REUTERS/MON)

Advertisements